This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 19 Januari 2012

[Berita] [Demo Buruh] Buruh Blokir Tol Cikampek dan Cikarang Barat

Jakarta - Ribuan buruh pabrik memblokir ruas tol Cikampek. Mereka membuat 'pagar manusia' di Km 82 di dua arah ruas tol. Selain itu mereka juga memblokir uas Tol Cikarang Barat.

Aksi dilakukan Rabu (19/1/2012) siang. Latar belakang aksi ini karena para buruh memprotes sikap Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang dinilai ingkar janji atas kesepakatan pada Minggu 15 Januari. Apindo tidak mencabut gugatan soal upah buruh ke PTUN Bandung.

"Apindo melanggar kesepakatan soal upah sesuai SK Gubernur. Mereka tidak mencabut gugatan," jelas Ketua Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI) Obon Tabroni saat dikonfirmasi, Kamis (19/1/2012).

Obon menjelaskan, selain di tol, aksi juga dilakukan di kawasan Jababeka, Delta Silikon, dan EJIP Lippo. Para buruh ini juga mengajak seluruh pabrik di kawasan itu untuk turun ke jalan.

"Aksi saat ini masih kondusif, di sini juga banyak petugas kepolisian," jelasnya.

Sumber

[Berita] [Demo Buruh] Buruh Blokir Tol Cikampek dan Cikarang Barat

Jakarta - Ribuan buruh pabrik memblokir ruas tol Cikampek. Mereka membuat 'pagar manusia' di Km 82 di dua arah ruas tol. Selain itu mereka juga memblokir uas Tol Cikarang Barat.

Aksi dilakukan Rabu (19/1/2012) siang. Latar belakang aksi ini karena para buruh memprotes sikap Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang dinilai ingkar janji atas kesepakatan pada Minggu 15 Januari. Apindo tidak mencabut gugatan soal upah buruh ke PTUN Bandung.

"Apindo melanggar kesepakatan soal upah sesuai SK Gubernur. Mereka tidak mencabut gugatan," jelas Ketua Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI) Obon Tabroni saat dikonfirmasi, Kamis (19/1/2012).

Obon menjelaskan, selain di tol, aksi juga dilakukan di kawasan Jababeka, Delta Silikon, dan EJIP Lippo. Para buruh ini juga mengajak seluruh pabrik di kawasan itu untuk turun ke jalan.

"Aksi saat ini masih kondusif, di sini juga banyak petugas kepolisian," jelasnya.

Sumber

[Berita] Wow, Biaya Renovasi Istana Presiden Capai Rp21,9 Miliar

 
JAKARTA – Tidak hanya DPR yang menghamburkan uang puluhan miliaran rupiah untuk sederet proyek renovasi fasiliitas. Ternyata Istana Kepresidenan pun melakukan hal yang sama.

Berdasarkan data dari RABPP 2012 Lampiran 4 BA007 yang diolah Sekretariat Nasional Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA), menilai alokasi anggaran sederet proyek di Kementerian Sekretariat Negara dan Istana mencapai Rp80,48 miliar.

Berikut rinciannya;

1. Alokasi anggaran progam peningkatan sarana dan prasaran Aparatur Kementerian Sekretariat Negara:

-Pembangunan/Pengembangan Gedung Kantor Kementerian Sekretariat Negara Rp 41.397.859.000

-Pembangunan/Pengembangan Rumah Negara Rp14.781.680.000

-Perbaikan Rel Pintu Gerbang Gedung Kantor Setneg RI Rp349.050.000

-Pembangunan Pagar Pengaman Aset Tanah Setneg Rp2.050.990.000

2. Istana Kepresidenan Jakarta, Rehabilitasi/Renovasi Bangunan Gedung Negara Rp10.680.518.000.

3. Istana Kepresidenan Bogor, Renovasi Gedung dan Bangunan Rp3.342.917.000.

4. Istana Kepresidenan Yogyakarta, Rehabilitasi/Renovasi Gedung/Bangunan Rp2.359.928.000.

5. Istana Kepresidenan Tampak Siring Bali, Renovasi Gedung dan Bangunan Rp1.558.979.000.

6. Istana Kepresidenan Cipanas, Renovasi Gedung dan Bangunan Rp3.960.242.000

Kordinator Advokasi dan Investigasi Seknas FITRA, Ucok Sky Khadafi dalam keterangan pers yang diterima okezone, Rabu (18/1/2012) malam, mengatakan program penghematan yang selalu didengungkan pemerintah nyatanya tak dijalankan di lingkungan sendiri.

Ucok mencontohkan renovasi anggaran untuk Istana Kepresidenan Jakarta, dimana pada tahun angggaran 2011 dialokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar. Sementara pada anggaran 2012, pihak istana menambah alokasi anggaran menjadi sebesar Rp10 miliar.

"Semua ini menggambarkan kebijakan pemerintah sangat tidak manusiawi, karena mengutamakan pembangunan gedung atau fisik daripada sumberdaya manusia," kritik Ucok.
 

[Berita] Nazaruddin Sebut Dahlan Iskan Juga Dapat "Fee"

[Berita] Nazaruddin Sebut Dahlan Iskan Juga Dapat "Fee"

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, menyebut keterlibatan sejumlah orang dalam dua proyek pembangkit listrik senilai Rp 2,2 triliun di Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada 2010 lalu. Dahlan Iskan yang saat itu menjabat Direktur PLN disebutnya mendapat jatah fee.
Hal itu dikatakan Nazar seusai menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (18/1/2012). Namun, Nazar mengaku tidak tahu berapa jatah fee untuk Dahlan itu.
"Saya tidak tahu pembagiannya," kata Nazar.
Menurut dia, dua proyek tersebut adalah proyek pembangkit listrik di Kalimantan dan di Riau. Proyek di Kalimantan dimenangkan PT Adhi Karya, sedangkan yang di Riau akan dikerjakan PT Rekayasa Industri (Rekin).
Selain diberikan kepada Dahlan, kata Nazaruddin, uang juga diserahkan kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, melaui Wila. Menurut dia, Anas menerima Rp 80 miliar dari dua proyek ini.
Ihwal penerimaan uang oleh Anas dan Dahlan ini, kata Nazaruddin, diketahuinya dari BlackBerry Messenger yang dikirim Wila. Wila juga menyampaikan hal itu dalam pertemuan yang dihadiri Nazar, Sutan Bhatoegana, Mindo Rosalina Manulang, dan pihak Adhi Karya di Restoran Nippon Khan, Hotel Sultan, Jakarta.
"Bang, uangnya sudah dipegang sama Mbak Wila, untuk Anas dan Dahlan," ujar Nazaruddin menirukan bunyi BBM itu.
Wila dikenal Nazaruddin sebagai pengusaha yang lama bekerja sama dengan PLN. Nazaruddin juga mengatakan, sekitar satu-dua minggu sebelumnya, digelar pertemuan di Restoran Nippon Khan yang dihadiri Dahlan. "Saya, Sutan, dan Pak Dahlan," ujarnya.
Menurut Nazar, dirinya dan Sutan memang dipercaya Anas untuk mengurus proyek ini. "Tapi pas bagi uang, Anas yang bilang 'sudah, biar Wila yang urus," ucap Nazar.

sumber

[Berita] Nazaruddin Sebut Dahlan Iskan Juga Dapat "Fee"

[Berita] Hukumnya Haram,MUI Riau Sesalkan Pembangunan Tugu Titik Nol


Hukumnya Haram,MUI Riau Sesalkan Pembangunan Tugu Titik Nol




Kamis, 19 Januari 2012 09:10
Majelis Ulama Indonesia Provinsi Riau menegaskan hukum patung haram. Karena itu, disesalkan pembangunan Tugu Titik Nol.

Riauterkini-PEKANBARU- Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau Abur Rahman Qomaruddin menyesalkan pembangunan Tugu Titik Nol yang semula disebut Tugu Zapin. Tindakan tersebut jelas melanggar hukum Islam. Karena, mayoritas ulama sepakat hukum patung haram.

"Islam melarang pembuatan patung. Larangannya masuk kategori haram. Bukan sekedar makruh, tetapi haram," tegasnya saat berbincang dengan riauterkini di Pekanbaru, Kamis (19/1/12).

Dikatakan Abdur Rahman, karena hukumnya haram, maka siapapun yang terlibat dalam pembangunan patung berdosa. Mulai dari penggagas yang menyetujui, pelaksana dan juga pekerja berdosa. Bahkan, menurutnya dosanya akan terwarisi meskipun yang bersangkutan sudah meninggal.

"Kalaupun sudah meninggal, tetapi patungnya masih ada, maka yang bersangkutan tetap berdosa," tuturnya.

Sikap tegas ini jugalah yang pernah disampaikan kepada Pemko Pekanbaru beberapa waktu waktu lalu saat membangun Tugu Sekapur Sirih. Di mana di atasnya ada patung wanita utuh. "Kami (MUI Riau.red) sudah memebrikan tausyiah kepada Pemko Pekanbaru ketika, tetapi tetap saja dilanggar," keluhnya prihatin.

Terlebih untuk patung di Tugu Titik Nol, khusus patung wanitanya sudah terbilang erotis. "Patung wanitanya itu lekuk tubuhnya terlalu menonjol. Itu sudah tidak semestinya dibuat," tegasnya.

Khusus untuk Pemprov Riau, Abdur Rahman mengatakan ada kemungkinan MUI mengirimkan surat berisi nasehat. "Mungkin saja kita akan mengirim surat berisi tausyiah, karena itu kewajiban kami, meskipun mungkin saja tidak digunakan," tukasnya.

Selain menyoroti keharaman patung, Abdur Rahman juga prihatin karena pembangunan tugu tersebut menyedot dana sangat besar, lebih Rp 4 miliar. "Itu mubazir. Masih banyak lagi yang lebih perlu. Seperti mensejahterakan masyarakat dan peningkatan pendidikan," demikian penjelasannya.***(mad)

Sumber:
http://www.riauterkini.com/hukum.php?arr=43043

[Berita] Gara-gara Seikat Kayu Bakar, Kakek Jadi Tersangka






Liputan6.com, Boyolali: Hanya gara-gara seikat kayu bakar, Kliwondo ditetapkan menjadi tersangka. Kakek berusia 71 tahun tersebut menjadi tersangka dengan tuduhan perusakan dan pencurian kayu sehingga terancam masuk penjara padahal harga kayu bakar tidak lebih dari Rp 10 ribu.

Kasus yang Kliwondo, warga Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali, berawal saat dia menyuruh Sangidi untuk mencari kayu bakar di lahan makam yang digarap Kliwondo.

Beberapa saat kemudian Sangidi kembali dan melapor ke Kliwondo bahwa dia dilarang mencari kayu oleh juru kunci makam yang baru. Mendapat laporan itu,
Kliwondo lantas mendatangi Parsam, juru kunci yang baru, untuk meminta klarifikasi. Lantaran tidak ada titik temu, keduanya kemudian terlibat cekcok yang berujung pemukulan oleh Parsam hingga membuat Kliwondo pingsan dan dirawat di RS selama dua hari.

Kasus itu kemudian terus berlanjut dengan saling lapor. Kliwondo melaporkan Parsam dengan pasal penganiayaan. Sebaliknya, Parsam melaporkan Kliwondo karena melakukan perusakan atau pencurian kayu.

Akibat kasus kecil antar tetangga, datang penyidik Kejaksaan Negeri Boyolali. Lantaran sudah memenuhi P21, dalam waktu dekat, sang kakek bakal segera duduk di kursi pesakitan hanya gara-gara seikat kayu bakar. (YUS)

Sumber

[Berita] Cemburui Gaji Satpam, Satpol PP Sumedang Mogok

Kamis, 19 Januari 2012 | 15:48 WIB
INILAH.COM, Sumedang - Karena gaji lebih kecil dibandingkan gaji satpam yang berjaga di Gedung Pusat Pemerintahan, sejumlah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berjaga di gedung ini melakukan aksi mogok kerja, Kamis pagi (19/1/2012).

Mogok kerja sudah dilakukan sejak Rabu (18/1/2012) lantaran Satpol PP cemburu kepada satpam yang gajinya jauh berkali-kali lipat jumlahnya melebihi Satpol PP yang hanya berstatus sebagai pegawai sukarewalan pemkab.

Kasi Pengaman Kantor Satpol PP AJ Jumena membenarkan bila gaji satpam lebih besar daripada Satpol PP. Satpam di gaji Rp1 juta perbulan sedangkan Satpol PP sukwan hanya Rp125.000 perbulan.

"Memang ada perbedaan gaji antara satpam dan Satpol PP, jadi mereka mungkin berkoordinasi dengan kepala regunya yang kebagian tugas di IPP untuk meninggalkan pos penjagaan," kata Jumena yang mengetahui pos penjagaan ini kosong setelah mendapat laporan dari anggota Satpol PP yang lainnya, Kamis (19/1/2012).

Namun Jumena membantah ketiadaan petugas Satpol PP di posnya akibat kecemburuan soal gaji dengan satpam. "Mungkin ada kesalahan koordinasi atau bagaimana lah," kilahnya.

Menurut Jumena, setiap hari di Gedung IPP ini ditempatkan lima orang petugas Satpol PP. Luasnya wilayah pengamanan di gedung yang baru di Jalan Prabu Gajah Agung ini, membuat pemkab Sumedang harus menambah tenaga keamanan dari satpam. Namun beban tugas keduanya juga berbeda, Satpol PP bertugas selama 24 jam dengan satu hari jatah lepas piket sedangkan satpam bekerja 8 jam dengan sistem pembagian jam kerja setiap harinya.

Saat ini, ada 40 anggota Satpol PP di pemkab Sumedang. Hanya lima orang saja yang berstatus PNS, 35 orang lainnya merupakan tenaga sukwan yang hanya digaji Rp125.000 perbulan.

http://nasional.inilah.com/read/deta...sumedang-mogok

buset aparat pemerintah kayak satpol pp bisa mogok kerja juga toh, mereka juga manusia kan yg punya kebutuhan ekonomi

[Berita] Seorang PNS Atheis Ditangkap

Dharmasraya, Padek—Seorang oknum PNS di Badan Perencanaan Daerah (Badpeda) penganut Atheis (tidak mengakui adanya Tuhan) ditangkap polisi. Saat ini, Alexander alias An, 31, diamankan Polsek Pulaupunjung untuk mencegah amuk massa, kemarin.

Kepada Padang Ekspres, Alexander membenarkan dirinya tidak mengakui adanya Tuhan karena kejahatan ada di mana-mana. Begitu juga dengan iblis dan neraka. “Jika Tuhan memang ada, kenapa hal yang buruk-buruk itu ada. Seharusnya yang ada di dunia ini, hanyalah kebaikan, jika memang Tuhan itu pengasih dan penyayang. Tuhan tidak mampu berbuat itu,” kata Alexander.

Alex mengaku, sejak tahun 2008, ia tidak lagi mengerjakan shalat dan puasa, karena tidak sesuai lagi dengan pemahaman dirinya. “Tidak ada yang salah dalam pemahaman ini. Sejak duduk di bangku SD, saya sudah mulai menganut paham tersebut,” tuturnya.

Alex mengatakan tidak ada yang mengajak serta tidak ada pula yang diajaknya. Dia hanya mengaku punya komunitas penyebaran paham lewat dunia maya.

Saat ini, katanya, ada sekitar empat admin atheis Minang. Seorang admin berhak menerima dan mengeluarkan anggota. Sementara anggota yang ikut dalam kelompok tersebut diperkirakan 1.200 orang.

“Komunikasi dilakukan melalui dunia maya, sesama anggota ada yang tidak saling kenal. Saya tidak tahu apa salah saya, tahu-tahu saat saya berada di kantor, datang sekelompok massa dan menghajar saya serta langsung membawa saya ke Polsek Pulaupunjung,” jelasnya.
Kalimat-kalimat serta ajaran-ajaran yang ditulis Alex, saat ini telah beredar luas di dunia maya.

Tak urung hal tersebut membuat resah masyarakat dan berharap agar persoalan tersebut secepatnya dituntaskan. Menurut salah seorang warga, Weni, apa yang ditulis Alex di dunia maya sangat meresahkan. “Untung dia cepat ditahan,” ulasnya.

Terpisah, Sekkab Dharmasraya Martoni menegaskan, saat ini pemkab belum bisa menyimpulkan sanksi yang akan diberikan kepada Alex, apakah dipecat atau diberhentikan.

“Namun semua itu tergantung kepada pihak kepolisian. Setelah itu, baru kita tindaklanjuti dengan PP 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS,” tegas Martoni.

Dekatkan Diri
Terpisah, Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar, Gusrizal Gazahar mengaku belum mendengar kabar tentang adanya seorang PNS yang beragama Islam lalu mengaku sebagai atheis. Dia menyebutkan, jika hal itu benar adanya berarti orang tersebut sudah murtad karena telah mengubah keyakinannya dari yang tadinya percaya pada eksistensi Allah SWT, kini tak lagi mengakuinya.

Dia meminta MUI daerah segera menelusuri informasi tersebut. “Jika ini benar, dan pengakuannya ada saksi ketika ia mengaku sebagai atheis, ini jelas salah dalam hukum Islam dan jatuhnya murtad.
MUI daerah Dharmasraya saya tegaskan agar segera melakukan upaya pertama untuk mengajak dan meminta dia bertaubat agar kembali ke jalan Allah SWT. Jika telah tiga kali dilakukan, namun ia bersikukuh dengan keyakinannya, maka ia jelas murtad dan harus ditindak,” jelasnya.

Dia juga meminta MUI daerah Dharmasraya agar mencari akar masalah sebelum persoalan ini mencuat dan menjadi masalah di tengah umat Islam di sana. “Harus dicari tahu kenapa seorang PNS yang muslim tiba-tiba mengaku atheis,” tegasnya.

Selain hukum Islam, dari aspek hukum positif juga salah. Sebab Negara hanya mengakui keberadaan enam agama plus aliran kepercayaan, sementara atheis tidak diakui di Indonesia. “Saya meminta agar kepala dinasnya langsung memberi sanksi tegas, kalau perlu dipecat saja,” katanya.

Menurut analisa Gusrizal, ada dua faktor yang menyebabkan PNS tersebut berubah keyakinan. Pertama, kemungkinan ilmu tentang agama Islam khususnya tauhid kosong dan dia enggan belajar. “Kalaupun dia belajar, mungkin ulama yang dia temui belum membuat dia merasa puas sehingga dia jatuh dalam keraguan,” terangnya.

Karena itu, Gusrizal menyarankan kepada ulama yang memberikan tausiyah lebih menekankan pada aspek tauhid. “Jangan seperti ceramah-ceramah yang di televisi, lebih banyak mengedepankan gurauan-gurauan yang bersifat entertain. Harusnya lebih menekankan pada aspek tauhid karena itu yang dibutuhkan umat,” ujarnya.

Dia juga mengimbau umat Islam agar mendekatkan diri pada ulama, menimba ilmu dari mereka dan mengamalkannya. “Kalau umat merasa kosong atau kurang memahami sesuatu, jangan malu bertanya pada ulama. Jika tak puas cari lagi ulama yang lebih mumpuni. Jangan sampai jatuh pada keragu-raguan,” tukasnya.

Kedua, faktor dari luar berupa ajakan personal atau kelompok yang mempengaruhi keyakinan dia baik secara materi ataupun fasilitas lain. (mg16)

sumber: http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=21687

bukannya pilihan menjadi atheis itu juga hak manusia yah..